SMAS adakan Seminar Pendidikan Kerakyatan

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Solidaritas Mahasiswa (SMAS) mengadakan seminar bertajuk “Pendidikan Berbasis Kerakyatan di Era Kontemporer.” Acara digelar di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus, 03 Mei 2007.
Koordinator SMAS Saiful Ulin Nuha menjelaskan, acara ini bertujuan untuk menyadarkan masysrakat akan pentingnya pendidikan di era global ini. “Selama ini, hanya kaum priyayi saja yang mampu mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Yang lain, paling-paling menthok SMA,” tuturnya.
Makmun Mukmin (Dosen STAIN Kudus), salah satu pembicara, mengatakan, bahwa cara pandang kita harus dirubah. Yang asalnya sentralisasi menjadi desentralisasi Dari yang ijtihadi ke pendidikan yang berparadigma futuristik dan merespon perkembangan zaman.
Pembicara lain, Adi Ruspriyanto, merasa prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia sekarang ini. “Dulu kita sering mengekspor tenaga pendidikan ke luar Negeri (Malaysia), sekarang justru mengekspor tenaga kerja,” sesalnya.
Dalam kacamata Adi, persoalan pendidikan tidak selesai setelah seseorang jadi Sarjana. “Banyak saingan untuk meraih sukses dari berbagai perguruan tinggi. Lawannya adalah 40 juta pengangguran di Indonesia, sesama Sarjana, baik dari dalam maupun luar negeri.”
Di akhir acara, koordinator SMAS Saiful Ulin Nuha mengingatkan tentang pentingnya memajukan pendidkan. “Pendidikan adalah ujung tombak negara. Bila pendidikan di suatu negara bobrok, maka bobrok lah negara itu,” tandasnya.
(Nasrur/IK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: