Puisi

Rindu Tak Berharap

Teratai putih tebarkan wangi
Gemericik air danau biru
Akar pohon cemara ramalkan asmara
Dedaunan pun tersenyum ceria

Ranting-ranting patah gemeretak
Air pun gemericik…
Diapun berdiri ditepinya
Lamunkan kenangan manis bersamanya

Oh…. Angin sampaikan rinduku
Bulan terangi rasaku
Kapankah bunga itu kembali
Mekar dalam taman hati

Nyalakan lilin terangi gelapnya hati
Temaramkan lentera patahkan asa

Pergimu tak mungkin kembali
Kau yang campakan segalanya
Tinggalkan luka pedih terasa
Harapan tinggal kenangan
Ku berjalan tanpa arah
Tak tahu arah tujuan
Good bye……

Kudus, 14 Februari 2007

Pancaran Hati

Dan ketika rembulan di cakrawala
Sembunyikan wajah ayu
Deburan ombak pecahkan hati nan lara
Nyanyian rindu mengalun merdu

Setahun pun tak turun hujan
Walau daun tak sepucuk
Walau air tak setetes
Tangisan insan penuh makna
Sujudku kepada-Mu, belaian ujian dan cobaan

Hidup sejati
Akulah yang sejati
Jiwa ragaku engkaulah yang cipta
Hati adalah cermin tingkah laku
Cahayamu menyinari sukmaku
Kearifan dan kedamaian yang kudamba
Mengalir dalam relung jiwa

Lembayung senja beranjak dari peraduan
Sayup-sayup terdengar suara merdu
Panggilan suara jiwa menyayat hati
Kutundukkan kepala satukan rasa
Oh Tuhan…… tampakkan kebesaranmu

Kudus, 25 Desember 2006

Muhammad Bukhori, lahir di Kudus, 3 Februari 1980. tinggal di Desa Loram Wetan Rt. 01/01 Kudus. Aktif menulis puisi sejak duduk di bangku SMA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: