Sesuaikan Metode dan Penyakit

Edi Riyanto

———————————

profil1.jpgJari-jari lentiknya mulai meraba-raba bagian tertentu, bukan untuk yang lain, tapi mencari titik pusat untuk menyembuhkan penyakit. Adalah Edi Riyanto, seorang ahli pengobatan alternatif. Melalui keahliannya, beberapa penyakit ia sembuhkan, mulai dari penyakit yang berat hingga yang ringan, seperti Tumor, Stroke, Reumatik, Diabetes sampai yang hanya sekedar pusing-pusing.
“Tapi soal kesembuhan, itu adalah urusan Allah, yang jelas, saya sudah melakukan dengan metode yang semestinya,” tutur bapak tiga anak ini saat di temui waktu praktek di Rumah Kusdi Mlati Kidul Kudus.
Lima tahun sudah ia menekuni keahlian ini, berbagai kota pun ia jelajahi, mulai dari Jakarta, Kebumen, Magelang, Kudus, Purwokerto sampai Bali. Meski dengan memenuhi panggilan di berbagai kota, ia bisa mendapatkan hasil yang lumayan, ia berharap bisa membuka praktek di rumahnya sendiri di Purwokerto.
Seperti halnya di Kudus ini, sedikitnya 5 orang pasien yang ia obati dalam sehari, meski dirinya tidak memasang tarif, setiap pasien selalu memberi imbalan sebagai ucapan terima kasih. Mulai dari 10 ribu, 20 ribu hingga 50 ribu. “Ada juga yang memberi 400 ribu untuk empat sengatan lebah, malah waktu di Bali, saya sempat ditawari rumah dan mobil,” tuturnya.
Banyak pengalaman yang pernah dialaminya, baik yang menyenangkan maupun yang mengenaskan. “Diplototi dan dimarahi orang pernah, bahkan disukai sama Jin yang merasuki pasien saya juga pernah,” akunya sembari tersenyum tipis.
“Tapi, yang paling berat ketika mengobati orang yang mengidap penyakit epilepsi, butuh tenaga ekstra mas untuk menyembuhkannya,” terangnya kepada INFO KUDUS.
Metode yang digunakan pria kelahiran Purwokerto 21 Desember 1972 ini, sangat sangat tradisional, ada yang memakai Sengat Lebah, Api Terapi, Bekam (Cantuk), Abu Peser, Tusuk Jarum, Maksibasi (moksa) dan Herba (Jamu). Meski begitu, dia tidak asal menggunakan metode, tapi di sesuaikan dengan penyakitnya dan mendiagnosa terlebih dahulu sebelum mengobati pasiennya.

Belajar dari Pengalaman
Berawal dari seorang kakak yang belajar Akupuntur dan melakukan banyak eksperimen, Edi banyak belajar ilmu pengobatan dari kakaknya. Dan bersama kakaknya juga, Edi mendirikan sebuah padepokan yang diberi nama An-Nahl.
Jauh sebelum Edi sukses di bidang pengobatan, alumni SMA 5 Purwokerto ini sempat bergonta-ganti pekerjaan. Karena orang tuanya yang tidak mampu membiayai pendidikannya sampai ke perguruan tinggi, ia sempat menjadi Kuli Pasar, Tukang Becak, Loper Koran, Jual Kecap bikinan sendiri, jadi bengkel mobil, supir carteran dan sampai akhirnya ia menjadi Ahli Pengobatan Alternatif sampai sekarang.

Contoh penyakit dan obatnya dari padepokan An-nahl:
Diabetes
Obatnya – Adrographis Panculata (Sambiloto) 25 %
–    Azadirachta Indica (Mimba)
–    Kumis kucing 25 %
–    Syzigium polyanthum (Daun Salam) 25%
–    Tinospora Crispa (Brotowali) 25 %
Fungsi:
Menurunkan kadar gula dalam darah, meningkatkan metabolisme, meningkatkan daya tahan tubuh.
Sehari 3×2-3 kapsul/hari.
Diminum 1 jam sebelum atau sesudah makan.
Hati-hati pengguna pada anak-anak, wania hamil dan menyusui.

Dan melalui mulut ke mulut (gethuk timbal), ia dipanggil sana ke mari, hingga belum ada waktu untuk pulang ke Purwokerto.

1 Comment »

  1. 1
    widy Says:

    maaf untuk yg di area kebumen ada ga?


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: