Gerakan Cinta Tahu

Terkadang kita terlalu angkuh atau gengsi dengan hal-hal yang dianggap ndeso oleh kebanyakan orang, meski itu tanpa alasan yang jelas. Tidak hanya dalam tata cara berpakaian (mode), pun dalam hal makanan.
Dalam hal pakaian, kebanyakan orang merasa lebih PD dengan baju – baju bermerk buatan luar negeri. Kebanyakan masyarakat kita juga merasa lebih bangga makan Pizza, KFC dan Mc.D karena gengsi daripada Pecel, Tempe dan Tahu, misalnya.
Berbicara tahu, sebenarnya adalah berbicara mengenai bagaimana mendapatkan makanan yang murah dan bergizi. Inilah yang harus ditanamkan pada masyarakat kita. Bahwa untuk mendapatkan makanan bergizi, tidak harus mahal. Dengan membeli daging, misalnya.
Tahu adalah salah satu makanan, yang, disamping bergizi dan mudah didapat, juga murah harganya. Tidak hanya di pasar – pasar. Hampir setiap hari di perkampungan, ada penjual tahu keliling, yang memudahkan masyarakat karena tidak lagi perlu jauh – jauh pergi ke pasar.
Mengenai gizi, tidak perlu disangsikan lagi. Karena sudah banyak penelitian dilakukan para ahli mengenai kandungan gizi terhadap makanan yang berasal dari bahan baku kedelai (tahu dan tempe) ini.
Disebutkan, bahwa kedelai itu bisa menurunkan resiko berkembangnya penyakit jantung, bisa menguatkan tulang, mengontrol nafsu makan dan berat badan pada anak. Karena kedelai mengandung kalsium, zat besi, magnesium, ziric dan vitamin E.
Penelitian lain, dengan memasukkan kedelai dalam makanan anak, maka akan membantu menurunkan kadar lemak, lemak jenuh, kalori, meningkatkan asupan serat dengan tetap menyediakan vitamin dan mineral lainnya.
Dengan berbagai penjelasan ini, rasanya tidak ada alasan bagi kita untuk merasa malu dianggap ndeso karena mengonsumsi tahu atau tempe, yang berasal dari kedelai itu. Sebaliknya, kita harus senang dan bangga karena bisa mendapatkan makanan yang murah tetapi bergizi.
Kampanye gerakan cinta tahu (juga tempe), justru harus digalakkan terhadap masyarakat. Pemerintah dan dinas kesehatan, merupakan pilar penting untuk ini. Yaitu agar masyarakat tidak malu mengonsumsi tahu (dan tempe) yang selama ini dipandang sebagai makanan wong ndeso.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: