Icon Baru yang Menawan

Selama ini, kudus lebih dikenal dengan kota kretek, kota jenang, soto dan lentog tanjungnya. Bagaimana dengan bordir kudus, yang ternyata sangat menawan dan banyak diminati  masyarakat?

Pergeseran zaman ternyata tak menjadikan industri kecil Bordir di bordir-sri-amini-3.jpgKudus menyurut. Data per 2005 Deprindagkop menunjukkan, jumlah usaha bordir hingga sekarang mencapai 267 usaha. Kian lama, Bordir Kudus bahkan semakin diminati masyarakat.
Adalah Sri Amini (51), warga Karangmalang Gebog Kudus. Pemilik usaha bordir Sri Rejeki ini, sudah 24 tahun berkecimpung dalam dunia bisnis Bordir. Ia sudah memasarkan produknya sampai ke Jakarta, Bandung, Serang, Bali dan Pekan Baru,
Bordir Sri Rejeki sendiri sudah cukup dikenal di masyarakat. Sehingga tak heran jika ia sering mendapatkan order. “Biasanya yang memesan itu para pejabat atau ibu-ibu pejabat. Harganya pun cukup lumayan. Jika buatannya halus, bisa mencapai 750 ribu rupiah, bahkan sampai jutaan,” katanya saat ditemui Info Kudus di rumahnya.

Corak Khas
Bordir Kudus dikenal karena kehalusan dan coraknya yang khas. Ada juga bordir sulam yang dikerjakan secara manual dengan mesin jahit. Untuk mengerjakannya satu stell baju saja, bisa memakan waktu sampai satu minggu sampai sepuluh hari.
Rata-rata bordir Sri Rejeki adalah hasil rancangan sendiri. Di kudus, menurut Sri Amini, bordir lebih banyak digunakan untuk kebaya, setelan, blus, rukuh (mukena), taplak meja dan aksesoris. bordir-nova-4.jpg
Pengakuan sama terlontar dari Faiz Saifuddin (26). Marketing Bordir Sofia Naja ini mengaakan, bordir Kudus mempunyai kekhasan sendiri jika dibandingkan dengan bordir asal Tasik maupun Padang. ”Bordir Kudus lebih rumit dan halus.”
Tak jauh berbeda denga Sri Rejeki, Bordir Sofia Naja juga sudah mampu menembus pasaran di Jakarta, Bali, terutama Jawa Tengah.
Bordir Sofia Naja, kata lelaki yang biasa di sapa Udin, juga mempunyai ciri khas tersendiri. Yaitu dengan membuat jenis bordir rancang truntun, watu bedah, raket dan lain-lain. Pengerjaannya, selain dikerjakan secara manual, juga dengan mesin Juki. Model buatannya lebih banyak diterapkan pada kebaya, stelan, rukuh, blus, jubah dan kerudung.
Sementara Hizmi Munawar (56) pemilik usaha bordir Nova yang beralamat di Jl. KHR. Asnawi, ini lebih memilih memasarkan hasil karya bordirnya dirumah.
Menurutnya, selama ini ia tidak pernah mencoba memasarkan ke kota-kota besar. Tapi lebih memilih memasarkan di rumah dan kenalan-kenalannya, meski terkadang, antara pemasaran dan produksi tidak imbang.
Tapi menurut pengakuannya, hasil bordirnya tak kalah bagusnya dengan yang lain. Semua produk bordirnya dikerjakan secara manual, dengan menggunakan mesin jahit. Untuk memuaskan pelanggan, ia mempertahankan kehalusan bordirnya.
Ada palanggan yang bilang, hasil bordir buatannya lebih kontemporer. ”Inilah bordir corak kudus sebagai kota modern dan religi,” katanya semabri promosi.

Perhatian Pemerintah
Usaha kecil menengah (UKM), bagaimana pun, membutuhkan ”sentuhan” pemerintah agar tetap bisa bertahan dan eksis. Begitu pun dengan usaha bordir di kota kudus.
Sebenarnya banyak keluhan muncul dari pengusaha bordir, terutama Rumah Dagang Kudus di Jakarta. Tempatnya kurang representatif dan kurang terlihat dari luar. Akhirnya barang tidak habis terjual sehingga terpaksa dibawa pulang kampung. ”Barang dagangan di sana hanya menjadi barang pajangan saja. Yang menjaga Bordir juga kurang tahu tentang bordir, sehingga sia-sia saja menaruh barang di sana,” keluh Sri Amini.
Tetapi pihak Disperindagkop mengatakan, bahwa pemerintah cukup perhatian dengan industri ini. ”Dinas ini mempunyai satu tenaga ahli dibidang kerajinan, yang bertugas memberdayakan UKM dibidang Struktur (bantuan mesin dan pinjaman modal) dan SDM (penyuluhan, praktik design, studi banding sampai pameran).” kata Susi Endang, Staf Industri Kimia Agro Hasil Hutan (IKAHH) Disperindagkop Kudus.
Ia menambahkan, setiap hari dinas melakukan penyuluhan ke masing -maing home industry. “Biasanya masing-masing home industry mengadakan kumpulan KUB masing-masing, biar efektif.”
Pengakuan Susi itu dibenarkan Amini dan Hizmi. Bahwa disperindag sering melakukan penyuluhan kepada mereka, mulai mengenai design sampai bagaimana cara menempuh pasar.
”Kalau bisa bantuan modal juga ada. Karena yang menjadi problem di masing-masing pengusaha bordir, tertitik pada modal. Apalagi pasar saat ini cukup sepi. Rajab sampai Idul Fitri kemarin memang banyak pesanan, sekarang sepi,” tutur Hizmi saat ditemui dirumahnya, Rabu (3/1) lalu.
Lain halnya dengan Hizmi, Amini lebih menekankan pada sarana promosi yang efektif. “Kami cuma berharap ada tempat di Kudus yang bisa dijadikan tempat promosi. Tempat promosi Pemda selama ini kurang memenuhi standar.”

Kota Bordir
Menilik bordir kudus yang begitu diminati dan dikenal masyarakat secara luas sampai ke luar pulau Jawa, maka tak ada salahnya pemda kudus mengembangkan usaha ini sebagai lahan lain dalam berwira usaha bagi masyarakat kudus.
Kekhasan corak bordir kudus yang sangat menawan, bisa membuka peluang bagi kota ini, menyandang predikat lain selain kota kretek, kota jenang, kota soto dan kota lentog tanjung.
Dengan itu, tak berlebihan kiranya jika di kemudian hari, kudus menyandang ”gelar” sebagai ”kota bordir.” Mampukah pemda kudus mewujudkannya?
Nasrur/IK

6 Comments »

  1. 1
    tatang kusumah Says:

    kiranya bordir kudus perlu dipertahankan keoriginalannya

  2. 2
    arif abdul Says:

    kerajinan bordir kudus perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat kota kudus sebagai kot kretek sudah tidak tenar lagi. mungkin bordir bisa membingkai kota kudus menjadi indah.

  3. 3

    mari kita lestarikan bordir kudus dan semoga bordir kudus dapat sejajar dengan kerajinan bordir lainnya se antero nusantara

  4. 4
    Moh. Nawawi Says:

    Saya juga menerima pesanan bordil dg kualitas memuaskan harga terjangkau hub MOH NAWAWI HP 08122528946 / 081325017233

  5. 5
    Hera Creative box Malang Says:

    Mohon sampaikan / teruskan kepada Ibu Sri Amini atau pihak yang diberi kewenangan di usaha beliau tersebut.

    Penawaran :

    Kepada Yth
    Bapak/ Ibu Pimpinan
    Bordir Kudus-Sri Amini
    Di
    Tempat

    Dengan hormat,

    Ass wr wb.

    Untuk memberikan layanan terbaik bagi customer / pelanggan Bordir Kudus Ibu Sri Amini.
    Kami, Hera Creative box memberikan penawaran bagi kesempurnaan layanan kepada para customer / pelanggan Bordir Kudus Ibu Sri Amini.

    Semoga keberadaan kami ikut serta di dalam kemajuan & kesuksesan Bordir Kudus Ibu Sri Amini. Amin

    Demikian, mohon maaf, terima kasih.

    Malang, 18’Feb’2010

    Hormat kami

    Taufik.F.SSi
    ————————-

    Hera Creative Box :
    Box / Kotak Kemasan Hantaran Pernikahan, Parcel, Idul Fitri, HUT Pernikahan & Hari Spesial lainnya.

    Terbuat dari bahan Hard Karton, duplek, daur ulang, kulit kayu, pasir, dll.
    Bebas ukuran, gaya, model, jumlah dll.

    No Limit Order.
    Sesuai kemampuan financial & sesuai selera kebutuhan customer / pelanggan anda.

    Untuk Melihat beberapa produk kami dapat di lihat di 88 DB, Google atau di gif box pix 1.

    Hera Creative Box Malang
    Kemirahan 1 / 2 Blimbing Malang
    0341 489086 – 0859 330 164 25

  6. 6
    muqri Says:

    salam..agak tertarik dengan bordir kudus ini… tapi gimana mau tau lokasi toko atau rumah atau contect no yang bisa saya hubungi untuk berurusan sama pemilik usaha bordir di kudus ini.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: