Eksistensi Pelajar dalam Mewujudkan Cita-Cita Bangsa

Oleh Ikha Setya A.

Peran pelajar dalam mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang cerdas,, sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alenia 4 : “… mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”
Namun Indonesia kini menjadi bangsa miskin dan terpuruk. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya mutu pendidikan. Banyak rakyat Indonesia yang tidak dapat membaca dan menulis. Karena kebodohan seperti itu pula, dahulu bangsa kita di jajah bangsa lain.
3.5 abad, kekayaan bangsa kita seperti cengkeh, padi, dan hasil bumi lainnya dirampas, sementara kita hanya dijadikan budak. Beralih ke tangan Jepang selama 3 ½ tahun, hal yang sama terjadi, kekayaan bangsa kita dirampas.
Beruntung Indonesia masih memiliki putra yang cerdas dan cerdik semisal  Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, KH. Agus Salim, Mr. Sjahrir dll. Mereka lah yang mengantarkan Indonesia menuju gerbang kemerdekaan.
Kini, setelah lebih dari setengah abad merdeka, negara kita tetap terpuruk. Salah satu penyebabnya adalah banyak pelajar yang malas berpikir. Banyak pelajar yang belum menyadari tugasnya sebagai pelajar, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh.
Sekarang ini banyak pelajar yang hanya memikirkan penampilan, bahkan berpacaran seperti orang dewasa. Tanpa sadar, bahwa itu dapat mengganggu kegiatan belajar dan mengakibatkan turunnya nilai.
Apakah pemerintah harus mengeluarkan peraturan khusus bagi pelajar, agar para pelajar sadar akan tugasnya.
Faktor lingkungan sekolah bisa menjadi kendala. Kalau sekolah itu tidak menerapkan aturan yang ketat atau disiplin, maka banyak muridnya akan berbuat semaunya. Sebaliknya, jika sekolah rapi dan disiplin, apalagi ditambah lingkungan yang nyaman, kemungkinan besar pelajar untuk berprestasi sangat tinggi.
Contohnya SMP 2 Kudus. Peraturan di sana sangat ketat. Sehingga tak banyak anak-anak nakal masuk ke ruang Bimbingan Konseling (BK). Banyak muridnya yang berprestasi. Tidak hanya dalam bidang akademis saja, tapi juga di bidang seni, olah raga, serta bidang-bidang lain.
Salah satu alumni SMP 2 Kudus yang berprestasi adalah Adi AFI dan Dara KDI. Mereka adalah alumni SMP 2 Kudus yang berbakat dalam bidang musik.
Sekarang ini banyak juga anak-anak Indonesia yang memiliki semangat belajar berkobar-kobar. Seperti Bowo, Budi dan Dewi. Mereka adalah pelajar berkemauan keras, rela bekerja untuk membayar uang sekolah. Pada saat lampu lalu lintas berwarna merah, mereka terjun ke jalan untuk mengais rezeki dari para pengendara motor atau mobil, mereka biasa mangkal di jalan Lukmonohadi.
Bowo, Budi dan Dewi adalah tiga bersaudara yang memiliki semangat belajar tinggi. Ayah mereka mengelola toko kecil di depan rumahnya, itu pun kadang ramai, kadang juga sepi.
Sedang ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan dari toko hanya cukup untuk biaya makan. Maka Bowo, Budi dan Dewi terpaksa membiayai sekolah mereka dengan mengais rejeki di perempatan jalan.
Semangat Bowo, Budi dan Dewi sangatlah besar. Mereka rela berpanas-panasan menunggu lampu merah agar dapat meneruskan sekolah. Semangat mereka perlu diberi penghargaan, seperti beasiswa misalnya, atau buku-buku pelajaran yang mereka perlukan.
Para pelajar yang memiliki orang tua yang mampu haruslah bersyukur, karena masih ada yang membiayai sekolahnya.
Contoh lain adalah anak-anak penyandang cacat di Jakarta Pusat. Mereka menunjukkan kalau mereka mampu berprestasi. Di sekolah khusus atau yang sering disebut SLB (Sekoah Luar Biasa), mereka berlatih berbagai macam alat musik, sesuai keinginan mereka masing-masing.
Setelah kira-kira satu bulan mereka berlatih, mereka siap untuk tampil. Mereka mengadakan pertunjukan seni musik. Ternyata kegiatan mereka ini menarik perhatian banyak pihak, salah satunya pemerintah DKI Jakarta.
Tak hanya dalam seni saja. Para penyandang cacat ini juga mahir dalam bidang akademis. Banyak anak-anak SLB Jakarta Pusat yang menang dalam perlombaan mapel antarpenyandang cacat se-Jakarta.
Bagaimana? Malu kan anak-anak normal dengan anak-anak penyandang cacat yang berprestasi ini. Mereka adalah pewujud cita-cita bangsa indonesia. Mereka dapat dijadikan contoh oleh para pelajar lain sebagai acuan belajar.
Kalau saja para pelajar bangsa indonesia memiliki semangat yang sama,, pemerintah hanya tinggal menambah fasiitas yang dibutuhkan para pelajar. Tapi sayangnya tak banyak pelajar yang memilki semangat seperti itu.
Baru-baru ini pemerintah memberikan fasilitas baru untuk sekolah-sekolah yang tersebar di Indonesia, salah satu adalah komputer.
Sekarang di sekolah-sekolah sudah banyak ditemukan komputer. Baik Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP), banyak tugas sekolah juga wajib diketik komputer, agar terkesan rapi dan rajin.
Tapi hal tersebut berakibat fatal. Para pelajar jadi malas menulis tangan. Sedikit-sedikit diketik computer, sedikit-sedikit diketik computer. Akibat lainnya, pelajar kehilangan ciri khas tulisan tangan. Tulisan tangan antar satu pelajar dengan pelajar yang lain tidaklah sama, itulah yang menjadi ciri khas masing-masing pelajar.
Memang, jika semua pelajar mampu dan mahir menggunakan komputer atau perangkat lunak ini, akan sedikit mengeluarkan bangsa indonesia dari keterpurulkan.
Tapi sekarang juga ada guru BSI (Bahasa Sastra Indonesia) yang mewajibkan para anak didiknya untuk mengumpulkan tugas-tugasnya dalam bentuk tulisan tangan.
Hal tersebut dilakukan untuk menambah nilai atau sering disebut nilai menulis. Jika si murid bagus dan rapi akan diberi nilai A+. Sebaliknya, jika tulisannya jelek dan tidak bisa dibaca, akan diberi nilai C-.
Fasilitas lainnya adalah perpustakaan. Memang perpustakaan kurang diminati para pelajar, biasanya di perpustakaan para pelajar hanya meminjam tempat untuk tidur.
Itulah salah satu kelemahan sebagian pelajar-pelajar kita. Mereka sering menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang kurang penting seperti itu. Tapi bagi sebagian siswa lain, perpustakaan adalah surga, tempat segala ilmu.
Biasanya anak yang dekat dengan perpustakaan sering disebut kutu buku. Padahal maksud anak-anak kutu buku itu baik, mereka ingin mendapatkan ilmu yang lebih.
Dengan membaca beraneka macam buku di perpustakaan, kita akan mendapatkan pengetahuan lain. Pengetahuan yang belum tentu ada di pelajaran sekolah sehari-hari.
Tapi ada juga pelajar sekarang yang membanggakan. Baru-baru ini banyak disebut oleh koran maupun TV, banyak pelajar indonesia yang berprestasi dan membuat harum bangsa indonesia. Mereka mewakili Indonesia dalam berbagai perlombaan di tingkat international. Mereka tak hanya maju, tapi mereka juga menang.
Contohnya Aston Taminsyah, anak yang duduk di kelas 5 SD ini, adalah Juara Catur Dunia antar sekolah. Ia termasuk dalam daftar anak terpandai se-Indonesia, karena sangat jarang di Indonesia anak kelas 5 SD yang mahir dan sangat ahli memainkan catur.
Berita baru lagi, pelajar asal indonesia memenangkan lomba sains se-Asia Tenggara. Para pelajar peserta lomba ini rata-rata duduk di bangku SMA. Indonesia mengirim 5 orang pelajar SMA dan 2 orang pelajar SMP.
Para wakil indonesia ini berasal dari berbagai macam SMA dan SMP di Jakarta. Keikutsertaan 2 orang pelajar SMP asal indonesia ini, membuat bangsa Indonesia bangga. Pasalnya hanya indonesia saja yang mengikutsertakan pelajar SMP dalam perlombaan itu.
Semoga pelajar-pelajar Indonesia dapat lebih membanggakan bangsa. Semoga pelajar-pelajar Indonesia akan semakin ikut tertarik dalam mewujudkan membangun Indonesia. Dan semoga semua pelajar Indonesia memiliki eksistensi dalam mewujudkan cita-cita bangsa indonesia.

*Penulis adalah Siswi SMP 2 Kudus Kelas 9 F

3 Comments »

  1. 1
    andi Says:

    good….good…good… ayo maju KUDUZ maju…. !!!!!!!

  2. 2
    Jumadi Says:

    To: All Alumni SMP 2 Kudus,
    Kepada teman-teman civitas akademika SMP Negeri 2 Kudus, para alumni, bapak-ibu guru, serta adik-adik yang masih belajar di SMP 2 Kudus, silakan bergabung dengan milis SMP 2 Kudus dengan mengirim email kosong ke smp2-kudus-subscribe@yahoogroups.com

    Disana telah bergabung para alumni dari berbagai angkatan. Kita bisa berbagi informasi, berkirim kabar dan ceria melalui milis ini.

    Selamat bergabung.
    Salam,
    Joe

  3. 3
    fitri ana Says:

    smp 2 kuduzzzzzzzz,,,,,,,,,,,,,,
    is the best !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: