Pengusaha Kecil Butuh Perhatian

KESEJAHTERAAN  masyarakat dalam bidang ekonomi adalah harga yang tidak bisa ditawar, untuk menciptakan iklim kondusif dalam masyarakat. Dengan kesejahteraan ekonomi pula, kedamaian dan rasa aman akan tercipta.

Berkaitan dengan hal itu, peran pengusaha kecil tidak bisa diabaikan. Karena pada dasarnya, mereka telah membantu masyarakat dengan memberikan pekerjaan bagi masyarakat.

Di kudus, pengusaha kecil sangat banyak jumlahnya. Mulai dari pengusaha konveksi, bordir, mebel, pabrik tahu, kerajinan membuat sepatu, tas, sabuk dan lain sebagainya.  

Kebanyakan para pengusaha itu, mempunyai tenaga kerja meski bisa dihitung dengan jari. Tapi dari yang beberapa itu, dikalikan dengan jumlah usaha kecil yang ada, sangat membantu pemerintah daerah dalam menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Dengan kata lain, para pengusaha kecil itu, bisa dikatakan sebagai pahlawan karena jasanya mengurangi pengangguran di kota kretek ini. Bisa dibayangkan, bagaimana seandainya para pengusaha kecil itu tidak ada.   

Untuk itu, pemerintah daerah sudah selayaknya memperhatikan nasih usaha yang mereka rintis. Perhatian itu bisa dimanifestasikan (diwujudkan) dengan bantuan modal agar usaha mereka lebih maju dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Menurut penuturan Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) kabupaten Kudus, saat ini memang sudah ada perhatian, termasuk adanya pola pendampingan terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUB). Namun hendaknya, pendampingan itu ditindaklanjuti dengan membatu bagaimana pengelolaan manajemen dan distribusi (market)-nya. Tidak hanya kepada pengusaha kecil yang sudah mapan. Pengusaha kecil yang baru saja memulai usahanya, tentunya lebih membutuhkan bimbingan dan perhatian.

Sosialisasi terhadap berbagai produk domestik ke pemerintah daerah lain bahkan sampai tingkat nasional dan internasional, juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Ini adalah dalam rangka mempromosikan hasil karya masyarakat Kudus kepada dunia luar.

 Setidaknya, dengan perhatian pemerintah itu, akan merangsang yang lainnya untuk mendirikan usaha. Akhirnya, masyarakat tidak melulu mencari kerja,  tapi berpikir kreatif dan mendirikan usaha sendiri bagi masa depannya.[Redaksi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: