Bandeng Presto & Kumis Keberuntungan

Nama                         : H. Abdurrahman

Nama panggilan                        : Pak Kumis

Tempat/tgl. Lahir: Kudus 7 Mei 1944

Alamat rumah                         : Desa Loram Kulon RT 3 RW. II

Istri                        : Hj. Istikomah

Anak                        : 4 puteri 1 putera

Pendidikan                        : Sekolah Rakyat

——————————–

H. Abdullah

Bandeng Presto & Kumis Keberuntungan

Pak Kumis. Mendengar nama ini, ingatan kita pasti akan tertuju padabang-kumis.jpg salah satu makanan khas semarang, Bandeng Presto.  Makanan yang kini tidak lagi menjadi milik kota semarang saja, tapi sudah menjadi makanan nasional asal semarang.

Namun tahukah anda, ternyata, bandeng presto pak kumis, bukanlah asli produk semarang. Ia adalah produk salah satu putera terbaik Kudus dan di buat di kudus.

H. Abdurrahman. Demikian pengusaha bandeng presto asal loram yang memang lebih dikenal dengan sebutan Pak Kumis, karena jampang (kumis) nya yang memang lebat itu.  

Bermula dari tahun 1967, ia berdagang keliling bandeng kuning kecil-kecilan di pasar Johar Semarang dengan pikulan. Dalam berdagang itu, seringkali ia harus berurusan dengan lurah pasar. Diusir. Tapi setelah lurah pasar pergi, ia kembali lagi untuk berdagang. Terkadang sampai seminggu, dagangannya baru habis. “Sak payune, nang,” katanya.

Selanjutnya, pada tahun 1982, muncullah bandeng presto di Pandanaran Semarang. China-china yang membuat. Ia pun mencoba membuat bandeng presto. Dan pada percobaan yang ke 12, ia baru berhasil membuat bandeng presto yang layak dikonsumsi masyarakat umum.

Usaha bandeng presto pak kumis, mulai membaik sejak tahun 1983. saat itu ia dapat pinjaman modal dari BRI. Usaha semakin maju sejak tahun 1985 sampai 2000.

Usaha membuat bandeng presto yang dilakoninya, membutuhkan perjuangan yang tidak ringan. Saat itu, suami Hj. Istikomah ini sampai menjual kalung, gelang dan sepeda buat modal usaha.

Kini, usaha yang didirikannya itu mempunyai 10 orang karyawan. Dan kunci suksesnya, menurut ayah 4 putera dan 1 puteri yang tinggal di Desa Loram Kulon RT 03 RW II, adalah bekerja dengan modal temen (sungguh-sungguh), jujur dan takut dosa.

Hingga kini, bandeng presto pak kumis sudah sangat terkenal. Bandeng presto bikinan putera terbaik kudus ini, berani bersaing dengan pengusaha bandeng presto lain di kota semarang. Wah, berkat kumis keberuntungan, ya, Pak. [Rosidi/IK]

2 Comments »

  1. 1

    bandeng presto makanan khas asli semarang ternyata dirintis oleh warga Kudus, dibanding bandeng presto bikinan toko-toko oleh-oleh khas Semarang yang harganya makin selangit tak terjangakau kantog awak, bandeng presto bikinan Pak kumis selain gurih dan lezat, harganya itu lho yang bikin senang karena murah amat, semoga tetap eksis, populer dan sukses Pak Kumis, jangan lupa bisa dikembangkan sanak saudara atau kerabat biar tetap terus terjangkau rakyat, rakyat butuh makanan yang enak, murah, lezat dan bergizi.

  2. Assalamu’alaikum
    punten, saya pernah belajar kurang lebih dua minggu tahun 1997, dulu tidak terbesit untuk usaha karena yang ada dipikiran hanya menyelesaikan kuliah,……eh ternyata setelah selesai kuliah waktu berjalan hanya kerja-sambilan saja hingga tahun 2001 ngarya di MTs sebagai staff hingga sekaran Guru mengajar dan menjalani hidup sambil berdagang kacang open dan krupuk bawang(vers. jepara) kini baru ingat ketika kebutuhan yang semakin membebani tapi penghasilan yang kurang mencukupi karena kacang dan krupuk setidaknya bukan barang kebutuahan harian, baru sekarang teringat untuk menjajaki usaha yang dulu pernah saya pelajari “bandeng presto” tapi insya Allah kedepan ingin mengulang pelajaran yang pernah disampaikan Bp Abdurrahman(pak Kumis), mohon Bapak sudi memberi pelajaran ulangan pada saya, teriama Kasih atas kebaikan yang diberikan waktu saya belajar di rumah bapak, wassalam


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: