Menjaga Kearifan Lokal

Modernitas dengan era keterbukaan, pasar global (global market) dan berbagai atribut kemodernan lainnya, memang tidak bisa ditolak. Namun, kita juga tidak lantas harus larut dalam keangkuhan rezim (zaman), dimana kapitalisme dan materialisme menjadi ideologi dunia yang sangat hegemonik.

Era global memang tidak bisa ditawar. Namun harus ada upaya yang kita lakukan. Jangan sampai kemodernan dengan segala atributnya itu, menghilangkan khazanah dan warisan agung para leluhur kita.

Banyak kekayaan dan budaya warisan para pendahulu kita, berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Rumah adat kudus yang sangat indah dan membuat para arsitektur kelas dunia berdecak kagum, misalnya, kini hanya tinggal beberapa buah saja. Tidak lebih dari 7 buah. 1 di kawasan taman wisata Museum Kretek.

Tentu tidak hanya itu. Banyak warisan dan kearifan lokal lain yang patut mendapatkan apresiasi dan dilestarikan. Bangunan – bangunan kuno yang sangat eksotik dan bernilai seni tinggi seperti rumah adat itu, harus dilindungi, mengingat jumlahnya yang saat ini bisa dihitung dengan jari.

Hal lain yang perlu dilestarikan dan dikembangkan, adalah bordir kudus yang sudah dikenal luas di tingkat nasional bahkan internasional. Kawasan gunung muria, juga layak dikembangkan sebagai kawasan wisata, dengan penataan yang sedemikian rupa.

Hal – hal di atas, hanya sedikit gambaran tentang betapa kayanya kudus akan kearifan lokal – tradisional yang, jika dikembangkan, tidak hanya menjadi sebuah kekayaan yang membanggakan, tapi juga bisa dijadikan sebagai alat meningkatkan pendapatan ekonomi kerakyatan.

Kerajinan anyaman bambu di Desa Jepang, kawasan home industri di wilayah Loram, kerajinan Genteng di Ngembal dan kerajinan pembuatan pisau dan benda tajam lain di wilayah Bareng, bisa menjadi alternatif meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

So, menjadi tugas bersama antara pemerintah dan rakyat kudus untuk menjaga dan mengembangkan itu semua.

Rosidi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: